Mari Menghargai Dan Berlembut Hati

Penghargaan boleh menyebabkan hati yang sedih menjadi gembira, wajah yang suram menjadi ceria, kedegilan bertukar menjadi ketaatan, dan kebencian berubah menjadi kasih sayang.

Kelembutan kata-kata dan penghargaan dalam bentuk kata-kata, pujian, dan juga hadiah tidak akan kalah dalam perjuangan menanamkan iman kedalam hati manusia.

Allah swt berulang kali mengingatkan kita tentang perkara ini di dalam Al Quran:

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali Imran: 159) 

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui (Al Maidah: 54)

Allah swt juga menceritakan tentang kelembutan approach bapa kita Ibrahim a.s didalam dakwahnya,

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (At Taubah: 114) 

Kata Allah swt lagi,

Sesungguhnya Nabi Ibrahim, penyabar, lembut hati (bertimbang rasa) lagi suka kembali kepada Allah dengan mengerjakan amal bakti. (Hud: 75)

Bahkan Allah swt sendiri Maha Lembut dalam pemerintahanNya.

Tidakkah engkau melihat bahawa Allah telah menurunkan hujan dari langit, lalu menjadilah bumi ini hijau subur (dengan sebabnya)? Sesungguhnya Allah Maha Halus serta lemah-lembut (urusan tadbirNya), lagi Maha Mendalam pengetahuanNya (akan hal-ehwal sekalian makhlukNya) (Al Hajj: 63) 

Banyak kekecewaan dan kesedihan yang wujud di dunia ini adalah kerana kekerasan dan ketajaman kata-kata serta tindakan manusia. Dan betapa banyak kegagalan dan kesulitan menerangi jiwa-jiwa yang kelaparan iman berlaku hanya kerana sang penyeru gagal menguntumkan kesabaran dan menzahirkan sebuah penghargaan.

Rajin-rajinlah memuji usaha orang-orang yang kita dakwahi. Ketahuilah, bukan mudah untuk meninggalkan sebuah kegelapan yang sudah lama dihuninya. Matanya akan sakit dek terangnya persekitaran yang baru ini. Matanya akan sukar untuk dibuka kerana kecerahan yang amat sangat. Tapi keadaan itu tidak akan lama. Lama kelamaan dia akan hidup selesa dalam keterangan dan kejelasan iman ini. Tapi pastilah kondisi ini menuntut sedikit masa. Maka sebagai seorang pendakwah, bersabarlah dan hargailah usaha mad’umu.

Mari menghargai manusia sekeliling kita tanpa sebarang syarat dan agenda. Ketahuilah betapa Allah swt tidak pernah berhenti menghargai usaha-usaha kita sehingga Dia tidak mahu ketinggalan walau sebesar zarah pun kebaikan yang kita lakukan, lalu Dia tempatkan malaikatNya untuk menulis segala kebaikan itu.

Indah bukan?

 

Advertisements

2 thoughts on “Mari Menghargai Dan Berlembut Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s