Menjadi Bidadari II

 

Bukan mudah menjadi seorang muslimah. Dibahunya tergalas tanggungjawab yang besar.

Tidak sama cita-cita dan impian seorang muslimah dengan wanita-wanita lain.

Seorang gadis muslimah pasti menyimpan keinginan yang kuat untuk mengahwini seorang pemuda yang hatinya mencintai Allah swt lebih daripada mencintai dirinya.

Seorang isteri muslimah pasti bercita-cita untuk mengandung dan melahirkan zuriat-zuriat yang dapat menyambung perjuangan dan dakwah suami yang tercinta.

Seorang ibu muslimah pasti bercita-cita untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar memelihara Al Quran dan menjadi mujahid dan mujahidah yang syahid di jalan Allah swt.

Aku cuba mengamati dan menghayati kisah-kisah para sahabiah yang juga merupakan para isteri dan para ibu ketika zaman Ar Rasul saw. Kebanyakkan mereka juga merupakan pejuang-pejuang yang turun ke medan perang meskipun dalam keadaan sarat mengandung. Dalam kalangan mereka ada yang kehilangan suami dan kesemua zuriatnya di medan jihad fisabilillah tapi beliau masih mampu melafazkan syukur dan mengukir senyum.

Kekuatan mereka benar-benar menggentarkan. Tidak hairanlah zuriat-zuriat yang mereka lahirkan juga benar-benar menggegar dunia.

Kekuatan dan kemampuan untuk menyediakan pakaian perang dan perisai untuk suami dan anak-anak ke medan perang, bagi aku, adalah sesuatu yang tidak mudah. Ibaratnya barangkali seperti seorang ibu yang melahirkan anak kemudian meletakkan bayi itu dalam kandang singa. Adakah seorang ibu yang sanggup berbuat demikian?

Tetapi para ibu dizaman itu berbeda sekali. Apakah rahsia mereka?

Yang pasti, kekuatan, ketabahan dan semangat yang berkobar-kobar itu pastinya tidak terbentuk hanya dalam satu hari. Ia menuntut sebuah proses yang payah.

Sunnatullah benar-benar mengajar kita bahawa manusia ini benar-benar seperti berlian yang hanya terbentuk dengan indahnya only and only if berada di bawah pressure yang sangat sangat tinggi. Tangisan demi tangisan, kesusahan demi kesusahan, penderitaan demi penderitaan adalah PERLU agar terpancarlah ‘berlian-berlian’ iman dan taqwa dari hati kita.

Aku bawakan kepada kalian satu hadith yang sangat menyejukkan hati dan memberikan harapan. Mudah-mudahan Allah swt mengira amal ini sebagai amal soleh dan memberkatinya. ameen.

Imam Ath-Thabrany mengisahkan sebuah hadis yang panjang dari Ummu Salamah. “Wahai, Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli?” Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, serta rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”

“Lalu, bagaimana tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (QS Alwaqi’ah [56]: 23). Jawabnya, “Kebeningannya seperti mutiara di kedalaman lautan yang tidak pernah tersentuh tangan manusia.”

“Jelaskan lagi kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu, ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan lagi cantik-cantik’.” (QS Arrahman [55]: 70). Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Saya berkata lagi, “Jelaskanlah firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik’.” (QS Ashshaffat [37]: 49). Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar.”

“Manakah yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli?” Rasulullah berkata, “Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari-bidadari yang bermata jeli, sepertimana yang zahir lebih baik daripada yang batin.”

“Karena apa wanita dunia lebih utama dari mereka?” Beliau menjawab, “Karena, shalat, puasa, dan ibadah mereka. Sehingga, Allah meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka seperti kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas.”

 

Jangan lupa doakan diri ini ep.

 

Advertisements

5 thoughts on “Menjadi Bidadari II

  1. I’ve been surfing online more than three hours these days, but I never discovered any fascinating article
    like yours. It is pretty price sufficient for me. Personally, if all website
    owners and bloggers made just right content as you probably did, the net will probably be a lot more helpful than ever
    before.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s