Syair Wahai Pemuda

Khabarkanlah kepadaku wahai rajawali

adakah gerhana akan berlalu pergi?

untung nasib barangkali ada gerimis

menyejukkan hati bagai direnjis

embun-embun pagi yang menitis

langit sudah berubah senja

si kecil sudah bergelar raja

pondok miskin berganti istana

lembah muram berubah suasana

laut yang tenang menjadi gelora

awan yang mendung berarak sudah

pipit yang bingit bercicit segala

bumi yang kering berganti sawah

ulama’ yang teguh terkubur sudah,

tapi buih-buih putih yang berjuta-juta

sekadar berkemutih menyejukkan mata

hakikatnya tetap lemah sengketa.

 

Oh… jiwa-jiwa yang kesakitan.

Sudahkah kematian menemui kalian?

Ataukah hidup seperti bangkai?

terbuka sahaja mata, karung diisi sekenyang-kenyangnya

seusai mengisi perut, diisi pula kantung pusaka

bagaikan hidup seribu tahun lamanya

padahal siapa tahu sebentar lagi ajalnya

bisakah kita menentukan hujungnya?

 

Oh… jiwa-jiwa yang buta!

Celiklah!

Adakah tenang dengan mengulit harta dan wang?

Adakah menang dengan menghancurkan kasih sayang?

Adakah pasti akan terang dengan mengutip bintang-bintang?

Siapakah yang bisa menyelamatkan kamu

dari Hutamah yang memburu?

Siapakah yang bisa melindungimu

dari Jahannam yang menderu?

Siapakah yang akan memayungimu

pada hari lidah-lidah terkunci kelu?

Ayuh, jawab soalan ini…

 

Oh… jiwa-jiwa yang lemah…

Kalau tidak kerana manisnya iman

aku tidak menyeru kalian

Kalau tidak kerana aku ketakutan

aku tidak memanggil kalian

Kalau tidak kerana bakal dipersoalkan

aku tidak peduli sebarang urusan

 

Umat ini sedang karam ditenggelamkan

Akankah kita tenang mengulit mimpi

disaat bayi-bayi yang dilahirkan

dibenam dalam-dalam

sampai bernafaslah mereka dalam najis-najis musuh Adam a.s

Tenangkah kita?

Menangkah kita?

Gemilangkah kita?

 

Ketawalah kerana kebodohan pemimpin-pemimpin

tetapi takutlah juga kerana kau juga pemimpin

khalifah yang dilantik Rabbul ‘alamiin

bukan cabutan undi ‘demokrasi terpimpin’

 

Kalau aku menjadi kalian.

Akanku kobar api kesedaran

Akanku bakar tiap-tiap binaan jahiliyah

biar hancur menyembah tanah

Sampai masa, aku bina istana Islah

biar subur menghasilkan buah

pemuda-pemuda al Fateh dengan semangat Rasulullah.

Advertisements

2 thoughts on “Syair Wahai Pemuda

  1. Assalamualaikum warahmatullah sis,

    i’ve been reading your page for ages. and subhanaAllah, tiapkali tidak pernah kalah tulisan akak menyentuh hati. :’) moga nanti,di depan Tuhan, bisa saya nyatakan, ada seseorang yang punya hati dan ruh yang sangat tinggi, menolong saya tetap tsabat di jalan ini.

    inshaAllah biidznillah.

    dari jauh.
    kagum.

    semoga Allah berikan keberkatanNya ke atas setiap tinta yang akak nukil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s