Seandainya kau faham

Dimana silapnya?

Adakah pada diriku?

Atau pada sesuatu?

Apakah puncanya satu?

Ataukan sebabnya seribu?

Beban yang menghuni dada

siapa yang bisa membaca?

kecuali mereka yang turut terseksa

Kematian hati yang memedihkan

saat kita cuba mencarinya

ternyata hati itu tiada.

Kosong dalam bicara.

Seolah-olahnya kitalah yang benar.

Dan merekalah yang tersasar.

Ampunkan aku Tuhan..

Mungkin malam ini kita bisa berbicara

dengan lebih dalam.

Mungkin Kau lebih tahu siapa aku?

Ya, pastinya Kau lebih tahu.

Aku terasa sesak sekali.

Buntu mata hati,

redup memayungi bumi,

tidak juga kunjung sang mentari,

apa lagi sang pelangi.

Dimana silapnya?

Pada aku kah?

Atau pada kami?

Ya Allah, kalau ini detiknya,

tarbiyyah mengisar jiwa-jiwa di dalamnya,

aku redha.

Pintaku wahai Rabb,

tunjukkan kami jalan keluar.

Andai akulah puncanya Ya Allah,

bersihkan diriku.

Andai akulah puncanya Ya Allah,

tolonglah,

jangan tinggalkan aku.

Andai aku puncanya Ya Allah,

bantu aku merawatnya.

Allah,

saat aku menjual seluruhnya untukmu,

aku hanya mahu mencari redha,

kalau inilah jalannya,

tahanlah kakiku sehingga aku memperolehinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s