Kosong

Sudah beberapa kali aku cuba menulis kembali. Tapi setiap kali aku merasakan aku punya sesuatu untuk ditulis disini, saat aku merenung skrin komputer ribaku ini, aku jadi kosong.

Mungkin kau perlu tahu.

Seolah-olahnya aku sudah tidak dapat menulis apa-apa lagi. Aku selalu berkata kepada diriku, sabar itu tidak pernah ada hadnya bagi seorang mukmin. Tidak ada batasnya. Kerana itulah yang diajar baginda Rasul yang kita cintai sepenuh jiwa dan raga. Sabar sehabis daya, sepenuh hati, seluruh jiwa, seikhlas yang termampu, hanya keranaNya.

Aku hilang kata-kata, hilang suara, hilang tenaga — dalam pertarunganku untuk mempertahankan sebuah kesabaran.

Tapi aku mahu kau tahu. Dengarlah dengan hatimu agar kau mengerti.

Kerana aku yang seorang,

mungkin boleh tersenyum riang

tapi aku yang sepi

mungkin suatu hari akan pergi.

 

Advertisements

2 thoughts on “Kosong

  1. paaaaaaa!

    ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

    allah love you more!

    surely with difficulty there is ease!

    jauh tapi dekat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s