Sabran ya qalbi…

 

Lama sekali rasanya kita tidak bertegur sapa, kan?

Semoga kita terus saling bertemu dalam doa-doa rabithah kita saban pagi dan petang.

Hari ini aku mahu berkongsi sepotong ayat dari al Quran, buat tatapan kita bersama-sama.

“Barangsiapa menghendaki keuntungan akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebahagian darinya(keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.” (As Syura: 20)

Sebenarnya aku banyak memikirkan hakikat kita kebelakangan ini. Sampai satu ketika aku terasa seperti jantungku memberat, terasa sempit saluran nafasku, terasa seolah-olah udara sudah tidak lagi wujud.

Aku kebuntuan.

Kenapa ya Allah menakdirkan permulaan sebegini? Jangan kau salah sangka dengan soalanku ini. Kerana yang aku soalkan bukan Allah sebagai Penentu segalanya itu, tapi akulah yang melakukan ini dan itu.

Kalau diconteng sehelai kertas dengan pen kilometrico, nescaya akan kekal kesan contengannya. Sekalipun kita berusaha memadamnya dengan pemadam berwarna biru yang khas untuk pen tu. Atau kita menyembunyikannya dengan liquid paper paling mahal di dunia, tetap jua, hakikatnya, kau dan aku, kita semua tahu..hakikatnya dakwat itu masih disitu.

Hari ini apa yang sudah kita contengkan di masa lalu pasti akan tetap juga begitu. Tapi yang boleh berubah, adalah pandangan kita terhadapnya, kan?

Aku menyoal diriku, “kenapa Allah takdirkan permulaan sebegini? sehingga terasa sempit dadaku memikirkan perjalanan ini..”

Lalu Al Quran menjawab,

“(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (Ali Imran: 153)

 

Ya, kesedihan demi kesedihan… agar kita tidak bersedih lagi nanti.

Sabran ya qalbi. Sabran ya qalbi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s