Segenap atau seluruhnya.

Tak pasti apa yang mengisi hati ini.

Ketakutan barangkali.

Juga kerisauan yang panjang.

Kerana ketenangan yang hilang.

Pendek sebenarnya perjalanan kita.

Bukan jauh seperti yang dirasa.

Tatkala tiba di garisan penamat,

tiada lagi tempat selamat.

Seperti mana langit yang Kau belah,

seperti itu kisah hidupku Kau dedah.

Mana mungkin tempat berlindung,

bila langit hati menjadi mendung.

Saat itu lidah sudah hilang fungsinya.

Mati akal memikirkan pengakhirannya.

Beratnya hati menanti keputusan.

Apatah lagi setelah kesalahan demi kesalahan ditelanjangkan!

Allah…

Pintaku dengan rasa harapan yang menggunung

dan dengan keresahan yang merundung

serta cinta yang sudah lama terselindung,

selamatkanlah kami dari saat itu ya Allah.

Hanya redha Mu yang membawa kami ke syurga

Hanya redha Mu jua yang menyelamatkan kami dari neraka

Hanya redha Mu ya Allah, qiblat hidupku seluruhnya.

Di mana “rasa hati” kita wahai jundullah?

Di mana perasaan kita wahai jundullah?

Di mana “hati” yang katamu sudah ditarbiyyah?

Padahal bila disebut neraka

Kau tidak kecut ketakutan

Dan bila disebut syurga

Kau tidak juga bangkit dengan harapan

Tidak ada apa-apa pun yang mengganggu tidurmu!

Sekalipun nasib umat yang dibelenggu

Atau tangisan bayi-bayi tanpa bapa dan ibu…

Tidak ada yang menitiskan air matamu!

Sekalipun bacaan kalimah Allah yang mendayu-dayu

Atau tangisan sayu seorang balu

Atau kisah-kisah umat yang semakin layu…

Tidak ada apa-apa yang bisa melembutkan hatimu!

Kerana megahnya kau dalam langkahmu

Dengan segala perkataan dan hafazanmu

padahal sedikit pun tidak menyentuh hatimu

Pasti terjadi!

Apakah yang pasti terjadi?

Tahukah kamu apakah yang pasti terjadi?

Pilihlah mana cara yang kau suka

‘Ad, Samud atau kaum lut,

Itulah yang pasti berlaku

Kalau kita terus mendustakan seruanNya.

Segenap atau seluruhnya.

Astaghfirullah

Astaghfirullah

Astaghfirullah

Advertisements

7 thoughts on “Segenap atau seluruhnya.

  1. Astaghfirullah…
    paah..sy mahu nangis..
    sy masih lalai dan leka..
    benar apa yg dikatakan..
    ‘di mana hati yg katamu sudah ditarbiyyah kn..
    …padahal sedikit pun xmngganggu tidurmu..’

    ya Allah..terima kasih paah atas peringatan..
    astaghfirullah..

    • noni..pa’a menulis kerana pa’a lah orangnye yang tak rase semua tu….=( alhamdulillah, moga2 perasaan dan ksedaran org2 seperti noni dapat bantu beratkan timbangan paa untuk ke syurga di akhirat sana…ameen…jzkklh ukhti.moga kita terus meraih manfaat .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s