Ini Jalan Kita

Jalan dakwah ini benar-benar berbeza.

Aku teliti jalan ini, sejak ia mula dilalui oleh golongan-golongan terdahulu, sehinggalah jalan yang sama dilalui kita hari ini, aku melihat terlalu banyak perubahan yang besar, pengorbanan yang benar dan kesakitan yang sukar.

Di jalan inilah aku melihat, orang-orang sakit masih bangun menggagahi langkahnya ke medan dakwah dan tarbiyyah, masih bisa berkata-kata untuk mengisi jiwa-jiwa pemuda, masih bisa mengembara menyampaikan kebenaran.

Di jalan inilah aku melihat, orang-orang muda melepaskan keinginan dirinya semata-mata kerana agamanya, sekalipun tiada halangan untuk dia memilih kehendak diri, orang-orang muda yang berhempas pulas tenaganya, masanya, wangnya, seluruhnya dicurah ke jalan dakwah, orang-orang muda yang kurang sekali hiburannya padahal tiada halangan andai dia mahu memilihnya.

Di jalan inilah aku melihat, orang-orang tua yang masih kuat dan bertenaga, terus maju melangkah gagah, sekalipun jasad sudah tidak terlalu mengizinkan, tetap dia terus bekerja, demi melihat generasinya kembali ke jalan Allah, orang-orang tua yang tiada henti mendidik, tidak terhalang dia oleh apa-apa, siang malam, harta dan keluarga, semuanya diserahkan kepada Allah.

Di jalan inilah aku melihat, wanita-wanita yang bangun merubah dunia, wanita-wanita yang berdikari dan sedia berani, sekalipun tiada siapa menemani, tetap dia terus melangkah ke segenap penjuru alam, demi menyemai benih-benih Islam, sekalipun terpaksa berjauhan dengan suami tercinta, terpaksa berseorangan menongkah hidupnya, tetap bangkit bersemangat waja.

Di jalan inilah aku melihat, lelaki-lelaki segagah singa di siang harinya tetapi lemah lututnya di hadapan Allah, bagai rahib di malam harinya. Aku melihat lelaki-lelaki yang menitiskan air mata, kerana menangisi umat yang lemah, menangisi dosa dan kelemahan diri, menahan dugaan yang kian mendatangi. Aku melihat lelaki-lelaki yang benar-benar menguasai diri, menahan keinginan yang sebelum ini benar-benar menguasai hati, membersihkan jiwa yang sudah sedia suci.

Aku kagum. Benar-benar kagum.

Inilah jalan tarbiyyah. Jalan yang menyaksikan benar-benar banyak perubahan. Jalan yang menyaksikan seribu satu kesukaran, jalan panjang yang tidak akan berkesudahan sehinggalah diseru ke hari pembalasan.

Inilah jalan tarbiyyah, yang menemukan aku dengan seribu satu manusia, yang kental hatinya, cekal jiwanya, tidak pernah gentar kepada sesiapa pun, hanya nama Allah yang menggetarkan jiwanya.

Inilah jalan tarbiyyah, yang menemukan aku dengan kamu dan kamu dengan aku, yang mempersaudarakan kita yang sebelum ini tiada pernah bertegur sapa, yang mengikat hati-hati yang sebelum ini tidak pernah mengenali.

Inilah jalan tarbiyyah.

Inilah jalanku.

Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tancapkanlah hati kami di atas jalan ini.

Advertisements

2 thoughts on “Ini Jalan Kita

  1. salam kak farah=)
    inilah jalan kita~~i like!
    maaf lm x cntct, bru abeh exam final utk 1st year…hows ur life there? btw i’ve read most of ur entries, really interesting! n bnyk ilmu yg pipah dpt, ada yg wat mutiara mengalir, huhu.tersentuh,thumbs up!! u r really great in writing,sis…miss u so much^^
    thabbit qulubana ya Allah~

    • salam fifah

      alhamdulillah..moga2 Laskarmentari terus bermanfaat buat kite. Selalu2 lah contact akak eh, akak invi kat ym, ade pape tegur je eh…inshaAllah, kalau akak xde pon, Allah is always there for u eh..=)

      miss u sooooo much jugak!

      ameen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s