Itu Sudah Cukup Bagiku

Sejuk malam. Sedikit pun tidak membekukan air matanya.

Terang bulan. Sedikit pun tidak menyinari hidupnya.

Deru angin. Sedikit pun tidak mampu meniup semangat kehatinya.

Tapi dia masih bangun dari kejatuhan.

Dan tiap-tiap kali hiba, diiringi dengan tangisan.

Tapi setiap kali itu juga, dia bangkit dari kesedihan.

Siapa mungkin bisa merasa

apa yang merajai jiwanya?

Siapa mungkin bisa ketawa

dan buat dia gembira dalam dukanya?

Siapa mungkin bisa berkata

“usaplah air matamu, kita tanggung bersama”

padahal tiada yang tahu melainkan Dia.


Dia bangun dan tidur, bersama-sama kelemahan yang menguatkan.

Itu yang dia yakini. Itulah semata-mata temannya selama ini.


Dan setiap mimpinya menyaksikan kesukaran

dan dia terjaga di tengah-tengah malam kedinginan

dengan debaran dan kerisauan

kerana sukarnya waktu siang yang dilalui

hingga malam-malamnya kini tidak enak lagi.


Maka siapa mungkin bisa merasa

apa yang merajai jiwanya?

Siapa mungkin bisa ketawa

dan buat dia gembira dalam dukanya?

Siapa mungkin bisa berkata

“usaplah air matamu, kita tanggung bersama”

padahal tiada yang tahu melainkan Dia.


Setiap simpuhan di hadapan Tuhan

bukanlah saat-saat yang mudah.

Di situlah dia menjadi semakin lemah.

Dengan tangisan dan suara yang rendah

Dia mengadu kepada yang satu

Hanya Allah, Tuhan yang tahu

Susah senang yang terpaksa dilalu


Lalu Dia menangis dalam doa-doa yang sayu

dan titis-titis air yang menitis ke baldu

bila mana ia menitis di hadapan Tuhanmu

Maka ia tidak menjadi debu

Tetapi bakal memberatkan timbangan syurgamu.

Dan biarlah,

walau setiap kali sujud

dia sebu dalam sedu

dia jatuh lemah dan menjadi layu

dia menangisi hidupnya semahu-mahu

asalkan semua itu, hanya Dia yang tahu.


Itu sudah cukup bagiku.

Advertisements

3 thoughts on “Itu Sudah Cukup Bagiku

  1. Setiap simpuhan di hadapan Tuhan

    bukanlah saat-saat yang mudah.

    Di situlah dia menjadi semakin lemah.

    Dengan tangisan dan suara yang rendah

    Dia mengadu kepada yang satu

    Hanya Allah, Tuhan yang tahu

    Susah senang yang terpaksa dilalu
    susah senang yang hanya Dia yang tahu 😥

    berat hati melangkah,
    saat mengangkat sujud dari sejadah,
    sungguh, terlampau banyak ingin diluah…sedih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s