Sujud Merdeka

Alhamdulillah. Setelah ditarik sebentar nikmat kelapangan oleh Allah SWT, akhirnya, Allah menganugerahkan semula nikmat ini dan masih memberi peluang kepada kita untuk terus kokoh di atas landasan Islam yang tidak ada landasan hidup lain selain darinya. Setelah berhari-hari menelaah karya-karya sastera era pemerintahan Ratu Victoria, berpinar-pinar mata mencari ilham dan panduan dari segenap arah, akhirnya commentary sepanjang hampir 600 patah perkataan berjaya disiapkan dengan keizinan dan sepenuh-penuh bantuan Allah SWT.

Alhamdulillah. Segala puji-pujian bagi Allah yang berkuasa di langit dan bumi. Kita bersaksi tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah, dan Nabi Muhammad itu utusan Allah.

Betapa kita saban hari, waktu siang kita sibuk dengan pelbagai urusan-urusan dunia. Yang sekalipun kita berusaha untuk mencuri ruang-ruang waktu yang ada antara dua waktu solat, bahkan antara azan dan iqamah sekalipun, tidak akan dapat kita samakan dengan kehebatan, kedahsyatan, keindahan, ketinggian bersujud dan menangis di hadapan Allah SWT di waktu malam, di kala tubuh-tubuh lain diulit mimpi yang mengasyikkan, dalam kedinginan malam yang menggigilkan.

Di situlah sumber kekuatan. Turunnya surah Muzammil ditengah-tengah suasana gementar yang menggetarkan, tatkala dakwah di Makkah semakin lantang ditentang. Kesukaran dan keperitan yang mula diranduk oleh Nabi dan para sahabat saat itu memerlukan kekuatan yang jitu. Tidak boleh lagi bersuka-suka, tidak boleh lagi berlemah-lemah jiwa, tidak wajar lagi berdukacita. Yang perlu saat ini adalah kekuatan jiwa, kebergantungan tepat, jitu dan direct kepada Allah. Maka Allah memerintahkan qiamullail di setiap malam, agar terbina jiwa-jiwa askari yang tidak kan pernah goyah dengan warna-warna dunia.

Hakikatnya tidak ada banyak bezanya antara kita dan mereka. Kita kini di zaman yang sama. Tapi mengapa kita tidak segementar mereka dalam misi-misi dakwah kita? Adakah kerana kita sudah bersedia atau sebenarnya kita sedang leka? Kadangkala kerunsingan menyerbu hati, apabila menyaksikan ada ruang-ruang dalam hati, yang masih meridhoi sesuatu selain Islam.

Kita mengakui tanggungjawab. Kita melaungkan ikrar penuh semangat. Kita meluangkan sejam dua dalam seminggu kita untuk sebuah pertemuan bagi menyucikan jiwa. Kita mengisi waktu-waktu cuti dengan menyeru manusia kepada Tuhannya. Tetapi malam-malam kita sunyi…cukup sunyi dan sepi, dari tangisan-tangisan dalam sujud kepada Dia. Padahal siang kita penuh suka dan ketawa, penuh dunia dan seluruh isinya, penuh kisah-cerita demi cerita.

Di mana kita di sisi mereka? Apatah lagi kita di sisi Dia?

Wahai pendokong-pendokong kebenaran,

kekuatan kita bermula dengan tangisan-tangisan hiba kerana menginsafi dosa!

kekuatan kita bermula pada baris-baris kalamullah yang memenuhi dada kita!

kekuatan kita bermula dengan bangkitnya kita dari sebuah tidur yang lena, lantas dengan penuh berani menggagahi sebahagian akhir malam kita dengan sujud yang syahdu pada Allah yang esa!

Ayuh! Sujud kita sujud merdeka! Kita hamba Allah semata-mata. Beginilah bebasnya kita dalam dunia hamba.

“Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, iaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Yaakub) dan dari orang yang telah Kami berikan petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis. “(Maryam: 58)

“Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan bacaan (pada waktu) lebih berkesan.”

“Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.”

“Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepadaNya dengan sepenuh hati. ” (Al Muzammil: 6-8)

Advertisements

3 thoughts on “Sujud Merdeka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s