Kuda-kuda Perang

Allah SWT seringkali menceritakan kepada kita kisah-kisah victory atau kemenangan yang mengagumkan di dalam Al Quran. Allah menggambarkan kepada kita beberapa hakikat kemenangan dalam kaca mata Islam. Allah menunjukkan kepada kita bahawa kemenangan kita, umat Islam, tidak terletak pada bilangan tapi tertakluk pada keimanan dan ketakwaan.

Demikianlah Allah mendidik kita bahawa kita adalah umat juara, umat yang tidak kenal kekalahan, umat yang sepatutnya sentiasa belajar dari kesilapan, umat yang menjadi harapan di akhir zaman.

Di dalam Surah Al Adiyat, bagaimana Allah SWT menggambarkan kehebatan dan kegagahan kuda-kuda perang yang menyerbu masuk ke kawasan musuh dengan penuh keberanian.

Memikirkan hakikat ini, persoalan pertama yang harus difikirkan oleh kita adalah hakikat di sebalik penggunaan identiti kuda perang di dalam surah ini.Kenapa Allah merujuk kuda perang secara spesifik dan bukan hanya merujuk kepada kuda-kuda secara umum? Apa kelebihan pada kuda perang yang tidak ada pada kuda-kuda lain? Adakah semua kuda boleh jadi kuda perang?

Akal dan fakta menyaksikan, kuda-kuda perang mempunyai ciri-ciri tersendiri yang tidak ada pada kuda-kuda biasa. Kekuatan fizikal, kebijaksanaan, ketajaman pancaindera, kegagahan dan kesetiaan serta semangat kuda-kuda perang tidak sama dengan kuda-kuda biasa. Lihat saja kuda-kuda General Maximus di dalam Gladiator, begitu setia kepada tuannya dan begitu gagah prestasinya di dalam peperangan. Lihat saja kuda perang Caesar dalam cerita yang sama, begitu bangga dengan kedudukannya sebagai kuda kepada seorang raja.

Maka kuda-kuda perang sememangnya begitu jauh bezanya dari kuda-kuda biasa. Tidak mungkin sama.

Lihatlah diri anda, wahai para da’ie, di dalam kuda perang yang disebut oleh Allah di dalam surah itu. Betapakah kita sebenarnya mempunyai tempat yang tinggi, peranan yang besar dan tanggungjawab yang cukup tinggi dalam gerakan memperjuangkan Islam ini.

Kitalah kuda-kuda perang harapan umat yang diharapkan dapat menggempur musuh-musuh dengan penuh keberanian dan mengembalikan kemenangan yang sudah lama hilang dari genggaman kita.

Maka sedarlah wahai kuda-kuda perang, kenapa kau berlari-lari anak seperti kucing atau mengensot perlahan seperti siput? Padahal kau sebenarnya kuda gagah yang bisa memecut pantas dan begitu ditakuti deruman tapak-tapak kakimu andai didengari musuh.

Bangunlah! Berlarilah! Gempurlah! Sampai waktu kemenangan memelukmu dan saat itu berlarilah engkau menuju syurgamu.

Advertisements

9 thoughts on “Kuda-kuda Perang

  1. alhamdulillah =)

    teringat surah adiyat, teringat slogan sendiri “Membina generasi ‘adiyaat” hehe =P

    n of coz, cerita zorro mengimbau nostalgia

  2. Pingback: semangat semangat ! | a life to ponder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s