Redahlah awan itu

DOA

Karya Chairil Anwar

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

Pasti diluar sana, ada berjuta-juta hati yang keremukan, kecewa, bosan, keliru dan celaru yang menantikan satu pembaharuan, yang menanti satu sinar harapan, yang menantikan seseorang untuk menghulurkan tangan lalu ditarik ke jalan yang benar. Pasti ada.

Maka soalnya sekarang bukan ada atau tidak tapi bila dan bagaimana.

Andai kita lambat melangkah, maka kita akan lambat sampai ke penamatnya.

Tapi sebelum itu, andai kita tidak mula melangkah, maka sampai bila-bila pun kita tidak akan pernah sampai ke penamatnya.

Hidup kita adalah untuk memberi sebanyak-banyaknya. Bukan menerima sebanyak-banyaknya.

Apabila telah habis semuanya diberikan, maka kita akan tinggalkan dunia ini dengan senyuman, untuk sebuah kehidupan di akhirat sana. Di situ, kita akan menerima sebanyak-banyaknya, dan saat itu, itulah yang pantas bagi kita.

Wahai laskar mentari, senyumlah, semangatlah dan redahlah awan itu sampai kau ketemu mentari!

http://www.youtube.com/watch?v=FwlKSKdsLG4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s