Lembutkan Hatimu

Kadang-kadang, pada waktu-waktu yang kurasakan hati seperti kekurangan serinya dan pada saat-saat yang kurasakan semangatku kelunturan, aku akan menjejakkan kaki ku ditempat-tempat yang akan mengajak aku berfikir. Aku akan melangkah ke tempat-tempat yang memaksa aku berzikir untuk terus berada di situ.

Tidak mustahil sebenarnya untuk kekal berhati waja pada waktu-waktu di mana kita tidak dapat bersama-sama dengan kader-kader lain. Kerana tarbiyah peristiwa itu ada di mana-mana. Cuma kita sahaja yang kadangkala tidak cukup kuat untuk mendedahkan diri kepada cabaran-cabaran ini. Kita terlalu takut.

Suatu ketika, aku ketika itu berada di sebuah pasar malam di pekan berdekatan kawasan perumahanku. Aku masih ingat lagi. Ada seorang nenek tua yang kudung kakinya. Dia sepi di suatu sisi pasar itu. Dengan sebuah bekas kecil di hadapannya berisi beberapa syiling. Barangkali waktu itu dia belum menjamah walau sesuap nasi. Barangkali hatinya sedang dalam kesedihan mengenangkan keluarga atau anak cucu yang mungkin sudah meninggalkannya keseorangan. Di mana agaknya nenek tua itu akan bermalam apabila langit malam berlabuh nanti? Sukar bukan kehidupannya? Sedih bukan apa yang dilaluinya? Daif bukan jalan hidupnya? Hari itu, itulah tarbiyah bagiku. Dari kisah seorang nenek tua.

Suatu ketika, pernah aku dalam perjalanan pulang dari Pulau Pinang ke Kedah. Aku menaiki feri. Selepas turun feri, di sebuah koridor, ketika sedang berjalan, aku ternampak seekor anak kucing. Kurus dan comot. Aku memang sangat sayangkan kucing. Kami sekeluarga sangat sayangkan kucing. Walau kucing itu busuk atau kotor sekalipun, takkan dapat buat aku rasa tidak suka kepadanya. Ketika itu, anak kucing itu seperti kelaparan dan keliru. Seperti terpisah dari ibunya. Ramai orang berjalan di situ ketika itu. Hampir-hampir saja ada orang yang nak terpijak anak kucing itu. Kemudian, aku lihat, ibu kucing itu berlari-lari ke arah anaknya, menggigit belakang leher anaknya lalu membawanya kebawah meja. Lalu dijilat-jilat dan dicium anak kecilnya itu. Sayang betul dia pada anaknya.Hebatnya Allah yang menciptakan rasa kasih sayang yang tiada siapa dapat ciptakan dan musnahkan. Hari itu, itulah tarbiyah untukku.  Dari kisah seekor kucing dan anaknya.

Barulah aku sedar…rupa-rupanya alam ini banyak sekali mendidik kita.

Sebenarnya, kalau kita melembutkan hati kita, lalu mengizinkan ia untuk ditarbiyah oleh siapa-siapa atau apa-apa pun, dengan Izin Allah, kita pasti sentiasa akan mengingatiNya, mensyukuri nikmatNya, menangisi kesalahan kita dan mengagumi kebesaranNya. Kadangkala kita terlalu ego untuk meminta tunjuk ajar dari alam yang sentiasa menghidangkan kisah-kisah hebat untuk santapan jiwa kita.

Kita tidak tahu kisah, kata-kata, atau peristiwa yang mana yang akan berbekas di hati kita dan kita juga tak tahu kisah, kata-kata atau peristiwa hidup kita yang mana yang akan berbekas di hati orang lain pula.

“Barangsiapa yang mendapat hidayah Allah, maka ia tidak ada yang dapat menyesatkannya, barangsiapa yang Allah menyesatkannya maka tidak ada yang dapat memberi hidayah padanya..” (Hadith Riwayat An Nasai dari Jabir bin Abdullah r.a.)

Advertisements

2 thoughts on “Lembutkan Hatimu

  1. “Kita tidak tahu kisah, kata-kata, atau peristiwa yang mana yang akan berbekas di hati kita dan kita juga tak tahu kisah, kata-kata atau peristiwa hidup kita yang mana yang akan berbekas di hati orang lain pula”

    Berbekas di hati =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s